HPMS Minta Kejati Malut Usut Dugaan Korupsi Dan Nepotisme Ipar Bupati Kepsul

TERNATE, SuaraMu.co – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara diminta untuk melakukan penyelidik atas dugaan tindak pidana korupsi dan nepotisme yang dilakukan oleh Ipar dari Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula (HPMS), Armin Soamole menurutnya apa yang selama ini yang dipraktekkan oleh Ipar Bupati Kepulauan Sula yakni Irwan Hongarta.

“dari berbagai sumber dan data yang kami terima rupanya selama ini bukan saja masalah korupsi yang dilakukan oleh Ipar Bupati Sula ternyata juga yang bersangkutan mempraktekan nepotisme dengan melibatkan anak dan menantunya dalam pekrjaan pada puluhan proyek,” ungkapnya

Advokat muda asal Kepulauan Sula tersebut, juga meminta agar pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk segera melakukan penyelidikan atas dugaan praktek tindak pidana korupsi dan nepotisme yang dilakukan oleh Irwan Hongarta yang juga diduga melibatkan Bupati Kepulauan Sula.

“Prinsipnya ini telah melanggar ketentuan hukum kalau memang Di Kejati sudah ada laporan tersebut, kiranya segera diproses supaya penegakan hukum dapat berjalan dan menemukan kepastian hukum,” tegas Riki. 

Kantor Distributor Alkes PT Markson Jaya Medika

Menurut Armin praktek korupsi dan nepotisme telah menyalahi ketentuan pasal 1 ayat 3 dan 5 Undang-undang nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelengara Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan pasal 22 Undang-undang Nomor 05 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Berdasarkan Data yang dihimpun tim redaksi Dugaan praktek nepotisme yang dilakukan oleh Irwan Hongarta yang merupakan kakak dari Istri Bupati Kepulauan Sula, Hong Fince Hongarta melalui tiga perusahan sejak tahun 2017-2019. Dimana melibatkan anak perempuannya Irene Hongarta dan Menantunya Steven Pangep.

Ketiga perusahan tersebut yakni PT. Kristi Jaya Abadi Direktur Utamnya Irwan Hongarta, PT. Markson Jaya Medika Dirtektur Utama Irene Hongarta dan CV. Alam Sutra Direktur Steven Pangep. Berikut daftar proyek yang dikerjakan oleh ketiga perusahan tersebut.

Untuk PT Kristi Jaya Abadi diantaranya Paket pengadaan Belanja Makan dan Minum Jasa Catering Rp. 5.227.516.000, Rehabilitas Jembatan Air Bugis Rp. 4.242.513.055, Pembangunan Jembatan Wai Senga Rp. 5.043.530.230,

Pembangunan Jembatan Wai Tebi Rp. 3.766.048. 639, Pembangunan Penyediaan Air Minum Falabisa Haya Rp. 3.061.838.743, Pembangunan Bendungan dan Jaringan Irigasi Auponhia Rp. 11.292. 633.516, Pembangunan Jembatan Wai Yop Rp. 3.347.965.755 2018.

PT Markson Jaya Medika Sendiri terdapat sepuluh paket pekerjaan Alat Kesehatan berupa Belanja Bahan Obat Non E-CATALOG Rp. 1.550.333.191, Belanja Alkes Lingkungan KIT Rp. 880.574.821, Belanja Alkes Pakai Habis RP. 431.632.994, Belanja Obat-obatan Rp. 1.204.492.304 2018, Belanja Bahan Kimia dan Pupuk Rp. 439.068.300.

Belanja Alkes Pakai Habis II Rp. 654.210.700, Belanja Bahan Obat-obatan II Rp. 1.323.185.721, Belanja Bahan Obat-obatan III Rp. 2.453.459.880, Belanja Alkes Pakai Habis III Rp. 1.969.925.346, Belanja Bahan Kimia dan Pupuk II Rp. 975.322.479 2019.

Sementara untuk menantu Irwan Hongarta yang merupakan Direktur CV. Alam Sutra mengerjakan pekerjaan konstruksi dan air bersih Pembuatan Deker Beton (tersebar) Rp. 835.143.255, Belanja Mesin Out Board 5 PK Rp. 230.120.000, Pembangunan Jembatan Wai Sama II Rp. 688.960.046, Pembangunan Jembatan Wai Tabel Rp. 688.960.046.

Pembangunan Brojong Desa Umaloya Rp. 316.913.108, Pembangunan Central Bisnis Pedesaan Rp. 1.314.270.000, Pembangunan Air Bersih Desa Trans Modapuhi Rp. 846.987.430, Pengembangan Jaringan Air Minum Desa Pas Ipa Rp. 502.779.035, Pembangunan Jembatan Wai Kamasuku Rp. 2.094. 676.088, Pembuatan Saluran Primer Desa Fogi Rp. 719.880.769, Pembuatan Saluran Sekunder Jln RSUD Rp. 469.193.286.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes saat dikonfirmai oleh tim redaksi, Minggu (17/05/2020) Via Hanphone terkait data-data tersebut yang berkaitan dengan praktek nepotisme belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. Begitu juga dengan Irwan Hongarta yang dikonfirmasi melalui Via Hanphone tidak dapat dihubungi.

Untuk Direktur Utama PT. Markson Jaya Medika Irene Hongarta dan suaminya Steven Pangep Direktur CV. Alam Sutra beberapa waktu lalu dilakukan konfirmasi sebanyak dua kali di kediamanan yang juga merupakan kantor Distributur Alkes PT. Markson Jaya Medika yang terletak dibilangan jalan raya mangga dua Kelurahan Mangga Dua Kota Ternate Selatan. Enggan menemui sejumlah awak media.

Kerugian negara yang ditimbulkan oleh ketiga perusahan tersebut diatas berdasarkan pada temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Maluku Utara sebesar Rp. 1.683.577.836,86 dari sejumlah paket pekerjaan dinataranya PT. Kristi Jaya Abadi Pembangunan Irigasi DI Auponhia Rp. 1.092.771. 613.

Kerugian Negara Berdasarkan Pada Temuan BPK-RI Perwakilan Malut

Pembangunan Jembatan Wai Yop Rp. 154.418.483 PT. Markson Jaya Medika Pengadaan ALKES lingkungan KIT Rp. 151.570.635. CV. Alam Sutra Pembuatan Saluran Primer Desa Fogi Rp. 99.859.891, Pembuatan Saluran Sekunder Jalan RSUD Rp. 30.393.708, Revitalisasi Saluran Kawasan ISDA Rp. 37.429.730, Pembangunan Jembatan Wai Kamasuku Rp. 117.133.776. (Tim/Wen)

suaramu.co
Media Online Maluku Utara
https://www.suaramu.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *