ABK Asal Malut Meninggal Di Perairan Afrika

TERNATE, SM – Beberapa waktu lalu masyrakat Indonesia di hebohkan dengan Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang jasadnya dibuang ke laut oleh pihak Kapal asal Cina. Sementara itu di Kota Ternate juga dihebohkan salah satu ABK berasal dari kelurahan Rua kota Ternate, Arifqih Maulana Ramli (19) meninggal di Negara Mauritius yang dipekerjakan oleh PT. Lakemba Perkasa Bahari pada tahun 2019 lalu.

Pada minggu (17/05/2020) waktu Afrika ABK bernama Rifki Difaldi menghembuskan nafas terakhirnya diatas Kapal penangkap Ikan di perairan Afrika Barat. Rifki merupakan warga asal Kelurahan Takome Kota Ternate Maluku Utara.

Penasehat Hukum, almarhum, Rido Fachry mengatakan, informasi meninggal saat dalam pelayaran menuju Panti Gading. Hanya saja terkait waktu pasti lanjut Rifki pihaknya masih memastikan melalui perusahan almarhum bekerja.

“meninggal diatas kapal saat kapal berlayar menuju Pantai Gading,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak keluarga sudah megetahui bahwa Rifki telah meninggal dunia Akan tetapi, sampai saat ini belum diketahui sebab kematian dari Almarhum.

“Sebab akibatnya belum diketahui, saya tadi malam sempat video call dengan teman almarhum yang juga ABK asal Kelurahan Rua, Ternate, ” jelasnya. 

Sementara saat ini jasad almarhum telah telah diturunkan ke darat tepatnya di Pantai Gading dan telah dibawah ke rumah sakit setempat.

“Dan pihak keluarga juga sudah melihat langsung kemarin sekitar jam 11 melalui video call, kalau almarhum sudah dibawah ke RS,” Terang Rido.

Dia juga mengaku berkodinasi dengan KBRI di Kota Abdijan, Pantai Gading untuk memastikan sebab kematian serta kepastian pemulangan jenazah.

“Karena keinginan keluarga ini jenazah harus dimakamkan di kampung halaman,” pungkasnya

Sebagai kuasa hukum pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak perekrut untuk memastikan perusahan almarhum bekerja terkait dengan kontrak kerja bersama Perusahan yang mempekerjakan almarhum.

“Saya juga masih konfirmasi ke Pak Waskito untuk memastikan apakah almarhum dibawah  PT Lakemba Perkasa Bahari atau PT Mandiri Tunggal Bahari karena menurut Waskito itu perusahan itu satu payung hukum,” Tutupnya. (Wen)

suaramu.co
Media Online Maluku Utara
https://www.suaramu.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *