Warga Kayu Merah Kalah Dalam Gugatan Pembangunan Tower SUTT Milik PLN

TERNATE, SuaraMu.co – PT PLN (Persero) UPP Maluku Utara akhirnya memenangkan sidang perdata tentang perbuatan melawan hukum atas pembangunan tower SUTT 150 kV PLTMG yang digugat oleh 15 warga RT/RW 012/005 kelurahan Kayu Merah pada 15 Maret 2019 lalu di Pengadilan Negeri Ternate. Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Rahmat Selang dan Nithanel N Ndaumanu serta Sugianur selaku hakim anggota itu diputus pada 4 September 2019 kemarin.

Dalam salinan putusan tingkat pertama nomor 10/Pdt.G/2019/PN Tte itu disebutkan, majelis hakim menolak eksepsi tergugat PT PLN Persro untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara, majelis hakim juga menolak gugatan para penggugat seluruhnya. Majelis juga menghukum para penggugat untuk membayar segala biaya perkara yang timbul hingga sekarang sebesar Rp 1.571.000.00.

Dalam pertimbangan putusan disebutkan bahwa, kuasa para penggugat telah memasukan bukti P.1 sampai P.15 yang hanya menerangkan tentang identitas dari 15 orang penggugat. Mengenai bukti P.16 dan P.17 yang menerangkan pernyataan penolakan warga terhadap pembangunan tower SUTT di kelurahan Kayu Merah.

Namun dalam bukti P.16 itu ditanda tangani oleh 30 warga sedangkan P.17 ditanda tangani oleh 55 warga saja dan gugatan para penggugat berjumlah 15 orang, sehingga terdapat perbedaan jumlah orang antara P.16 dan P.17 dengan orang yang menggugat. Sehingga terhadap bukti P.16 dan P.17 haruslah dikesampingkan.

Hakim juga menilai, bukti P.18 merupakan teguran hukum (somasi) dari kuasa hukum para penggugat tanggal 9 Maret 2019 sedangkan kuasa dari para penggugat baru dibuat pada 22 Maret 2019. Sehingga majelis hakim berpendapat bukti P.18 haruslah dikesampingkan.

Begitu juga dengan Bukti P.19 sampai P.29 yang merupakan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah bukti kepemilikan tanah dari penggugat dan bukan tanah tempat tower SUTT titik IV yang dipermasalahkan sehingga terhadap bukti P.19 sampai P.29 haruslah dikesampingkan.

Tak hanya itu, keterangan tiga saksi penggugat termasuk keterangan saksi dr. Musriyono Nabiu yang intinya menerangkan bahwa warga menolak pembangunan tower IV dari jaringannya karena takut adanya radiasi, keselamatan apabila tower itu roboh dan faktor ekonomi.

Namun dalam persidangan, saksi para penggugat tidak dapat menjelaskan jenis radiasi apa yang timbul dari pembangunan tower tersebut bahkan saksi penggugat tidak dapat memberi referensi mengenai tower SUTT yang roboh.

Majelis hakim juga mempertimbangkan kuasa tergugat dalam mempertahankan dalil sangkalannya mengenai pembangunan tower SUTT titik IV dan jaringannya telah melalui proses perijinan. Bahkan dalam pembangunan tower dan pemasangan jaringan telah dilakukan sosialisasi kepada warga sebanyak enam kali di kantor Kelurahan Kayu Merah dan masjid. Sedangkan mengenai lokasi pembangunan tower itu merupakan lokasi tanah milik PLN.

Dari beberapa pertimbangan yang dilakukan majelis, ternyata kuasa para penggugat tidak dapat membuktikan dalam gugatannya mengenai radiasi apa yang timbul dari pengerjaan tower SUTT dan pemasangan jaringannya dan juga mengenai kenyamanan masyarakat mengenai robohya tower. Sedangkan, kuasa tergugat dapat mempertahankan dalil sangkalannya sesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 27 tahun 2018.

Sehingga dalil kuasa para pengguggat yang menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum sesuai petitum angka dua tidak beralasan hukum. Dengan demikian, gugatan para penggugat angka dua haruslah ditolak.

“Karena petitum angka dua ditolak maka petitum angka tiga dan selanjutnya tidak perlu dipertimbangkan dan dinyatakan ditolak pula,” demikian bunyi kutipan dalam salinan amar putusan pengadilan tingkat pertama oleh Majelis Hakim.

Dalam salinan itu ditegaskan, dengan demikian, gugatan para penggugat harus dinyatakan ditolak untuk seluruhnya.

Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut, maka para penggugat dinyatakan selaku pihak yang kalah perkara dan sesuai ketentuan Pasal 192 Rbg, para penggugat harus dihukum untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara tersebut. (Wen).

suaramu.co
Media Online Maluku Utara
https://www.suaramu.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *