“SEBATANG POHON KEBAIKAN”

(Inspirasi Berbeda, Rizaldi-Danlanal Ternate)

INSPIRASI  coretan   singkatku   berawal   dari sebatang pohon “Cengkeh Afo” (Cengkeh Tertua) yang terdapat di Kelurahan Marikurubu, Kota Ternate Tengah. Mungkin kita hanya menganggapnya sebagai sebatang pohon semata, tidak ada yang istimewa, namun ketahuilah bahwa keberadaan cengkeh afo telah memberikan banyak berkah dan manfaat yang bernilai tinggi bagi lingkungan sekitarnya.

Kini, sebatang pohon cengkeh afo telah digantikan oleh generasi penerusnya, namun kehadirannya masih tetap mengharumkan negeri ini. Tak lekang dimakan waktu, tetap dikenang dan akan abadi sepanjang masa. “Where there is love there is life“. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan. (Mahatma Gandhi, Perdana Menteri India, 1948).

AROMA CENGKEH AFO

Sejarah tempo dulu telah membuktikan bahwa keharuman rempah-rempah yang tumbuh di negeri Para Raja, Moloku Kie Raha mampu menghipnotis banyak bangsa di dunia. Kekayaan rempah-rempah di Kepulauan Rempah-Rempah (Spice Island), Maluku Utara menjadi ajang perebutan wilayah kekuasaan dan memonopoli hasil bumi Nusantara. Politik Defide Et Empera diterapkan oleh penjajah yang memposisikan dirinya sebagai tuan tanah dengan menerapkan kerja paksa, penindasan pribumi dan letusan senjata bergemuruh di seluruh pelosok negeri termasuk di bumi Halmahera, Maluku Utara selama berabad-abad. Meskipun sumber daya rempah Nusantara dikuras dan dibawa keluar negeri, namun tunas rempah tetap terus tumbuh berkembang. Akarnya mencengkram kokoh di Negeri Moloku Kie Raha dan menjadi taman firdaus destinasi wisata haritage.

Mahatma Gandhi berpesan: “Strength does not come from physical capacity. It comes from an indomitable will.” (Kekuatan tidak datang dari kemampuan fisikal, tetapi ia datang dari semangat yang tidak pernah mengalah).

Begitu besar karya yang telah dipersembahkan oleh para pendahulu kita meski tak sempat menikmati hasilnya tapi mereka tetap rela dan ikhlas mewariskan untuk dinikmati oleh anak cucu negeri ini.

IBARAT POHON KEBAIKAN

Tuhan memperlihatkan begitu banyak perumpamaan dialam ini untuk kita renungi lalu dipetik hikmahnya, selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihatlah!

Atas kehendak Sang Maha Pencipta, maka sebatang pohon kebaikan akan memiliki akar yang kokoh tak tergoyahkan, cabang menjulang tinggi menjangkau awan dan buah yang dihasilkan ranum lagi lezat.

Inginku!

Seandainya ku tanam hanya sebatang pohon kebaikan, maka seiring berjalannya waktu, hasil perhitungan berdasarkan rumus sederhana kebaikan, sbb:

  • 1 pohon Kebaikan akan tumbuh 10 Dahan
  • Dari 10 Dahan Keberkahan akan muncul 100 Cabang
  • Dari 100 Cabang Kemuliaan akan membentuk 1000 Ranting
  • Dari 1000 Ranting Keagungan akan bermunculan Jutaan Daun Ketenangan, memberikan Kedamaian dan Keteduhan serta senantiasa melindungi.

Seandainya 1 dahan dan 10 cabang patah serta 100 ranting mengalami kerapuhan lalu jatuh ke tanah atau bahkan sejuta daun terus mengering dimana setiap helai daun berguguran ke tanah dan akhirnya semua yang bersatu harus berpisah. Namun waktu kehidupan akan berjalan sebagaimana mestinya, karena alam punya cara tersendiri untuk menjaga keseimbangannya. Selaras dengan ungkapan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Fawaidul Fawaid:

Tahun itu ibarat pohon, bulan ibarat dahan-dahannya, hari ibarat ranting-rantingnya, jam ibarat dedaunannya dan hembusan nafas ibarat buahnya. Maka siapapun yang nafasnya dimanfaatkan untuk ketaatan, niscaya buah yang dihasilkan pohon itu akan menjadi baik. Sedangkan, siapa saja yang nafasnya digunakan untuk kemaksiatan, niscaya buahnya akan terasa pahit“.

NAFAS KEBAIKAN DUNIA

Kebaikan tidak datang begitu saja, tidak hadir dengan sendirinya tapi kebaikan harus dilahirkan dari niat yang tulus dan bukan sekadar diucapkan, tapi perlu diwujudkan dengan tingkah laku serta perbuatan dalam keseharian.

Kebaikan tidak akan menyalahkan keadaan, meskipun menderita, dilupakan dan ditinggalkan tetapi tidak pernah mendendam.

Kebaikan menjadi cerminan kepribadian: Akan tertata indah dan menyenangkan, akan harumnya ketulusan ucapan dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan.

Kebaikan tidak berharap balasan, tidak pula meminta pujian.Tapi kebaikan senantiasa memohon ridho dari Sang Pencipta.

Ingatlah!

Makna dari Kehidupan Bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi tergantung pada seberapa besar bermanfaatnya kita kepada sesama. Jika keberadaan kita dapat memberikan berkah bagi sesama, maka beruntunglah kita. Sebab sebaik-baiknya kita adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Sahabat!

Tidak ada jaminan bagi kita akan hidup kekal di dunia ini, bila saatnya tiba maka setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Segala gelimang kemewahan ataupun genangan kemiskinan dari episode kehidupan, disukai atau dibenci harus ditanggalkan. Cepat atau lambat semua yang dimiliki harus direlakan terkubur menjadi kenangan terindah atau terlupakan bahkan dilupakan bersama keheningan pusara kematian. Maka selama kita masih diijinkan bernafas, jadikanlah setiap tarikan dan helaan nafas bernilai kebaikan.

FILOSOFI KEBAIKAN SEBATANG POHON

Seorang bijak pernah berkata: “Jika ingin melihat perubahan di masa depan, maka lakukanlah perubahan seperti yang kita inginkan dimulai dari diri sendiri dan sejak saat ini, jangan pernah menunda hingga hari esok. Meskipun perubahan itu belum tentu menunjukkan hasilnya sekarang, tapi yakinlah tidak ada kebaikan akan sia-sia.”

Jadilah sebatang “Pohon Tinggi” menjulang dengan jutaan kebaikan. Namun bila takut menghadapi kehidupan dunia, maka jadilah “Rumput Ilalang” yang harus merelakan diri terinjak oleh siapapun diatasnya. Nelson Mandela, pernah berpesan tentang makna kehidupan, bahwa hiduplah seolah-olah tidak ada yang melihat, dan ekspresikan dirimu seolah-olah semua orang sedang mendengarkan.

Mungkin tidak ada yang menduga nantinya sebatang pohon cengkeh akan menjadi Legenda dan Kenangan. Setiap orang yang mendengar ceritanya akan tergugah hasratnya untuk melihat secara langsung karomah yang milikinya. Kelihatannya semua itu mustahil sampai semuanya terbukti (It always seems impossible until it’s done, Nelson Mandela).

Semoga Bernilai Kebaikan. Maaf Bukan Bermaksud Menggurui.

(Ternate, 18 April 2018)

 

suaramu.co
Media Online Maluku Utara
https://www.suaramu.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *